π₯ K3 Kebakaran • Damkar C • Kompetensi & Sertifikasi
Pada artikel sebelumnya, kita membahas siapa yang dapat dipertimbangkan sebagai Petugas Peran Kebakaran atau Damkar D. Damkar C memiliki konteks yang berbeda. Tingkat tanggung jawabnya lebih teknis dan kebutuhannya ditentukan berdasarkan jumlah tenaga kerja serta klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran di tempat kerja. Lalu, perusahaan seperti apa yang membutuhkan Damkar C, dan siapa yang tepat untuk mengisi peran tersebut?
Berdasarkan Kepmenaker No. KEP.186/MEN/1999, pembentukan Regu Penanggulangan Kebakaran berkaitan dengan jumlah tenaga kerja dan klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran di tempat kerja. Ketentuannya mencakup tempat kerja dengan risiko ringan atau sedang I dengan jumlah tenaga kerja 300 orang atau lebih, serta tempat kerja dengan risiko sedang II, sedang III, atau berat.
Apa Itu Damkar C, Singkatnya?
Dalam konteks program dan klasifikasi pelatihan yang digunakan dalam artikel ini, Damkar C merujuk pada Regu Penanggulangan Kebakaran tingkat dasar II atau Paket C dalam sistem Unit Penanggulangan Kebakaran di tempat kerja. Dibandingkan Petugas Peran Kebakaran tingkat dasar I (Damkar D), Regu Penanggulangan Kebakaran memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam pelaksanaan penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Termasuk pelaksanaan prosedur keadaan darurat, penggunaan sarana penanggulangan kebakaran sesuai kompetensi, serta pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan dalam organisasi penanggulangan kebakaran perusahaan. (Perbandingan detail dengan level lain ada di artikel "Apa Perbedaan Damkar D, C, B, dan A?".)
Kapan Perusahaan Wajib Membentuk Regu Penanggulangan Kebakaran?
Berbeda dengan Petugas Peran Kebakaran tingkat dasar, pembentukan Regu Penanggulangan Kebakaran memiliki kriteria yang lebih spesifik berdasarkan jumlah tenaga kerja dan tingkat risiko bahaya kebakaran:
Tempat kerja dengan tingkat risiko ringan atau sedang I dan memiliki 300 tenaga kerja atau lebih, sesuai ketentuan yang berlaku
Tempat kerja berisiko sedang II, sedang III, atau berat sesuai klasifikasi risiko bahaya kebakaran yang berlaku
Jika tempat kerja tidak masuk dalam kriteria tersebut, kebutuhan personel dan organisasi penanggulangan kebakaran tetap perlu ditentukan berdasarkan kondisi, risiko, dan kebutuhan operasional tempat kerja. Artinya, tidak semua perusahaan perlu menambah personel Damkar C tanpa terlebih dahulu menilai kebutuhannya.
Siapa yang Cocok Mengikuti Damkar C?
Sudah terbiasa dengan sistem mekanikal dan elektrikal, relevan untuk mengoperasikan hidran dan sistem pemadam.
Memiliki pemahaman terhadap penerapan K3 dan kondisi operasional lapangan, sehingga dapat menjadi kandidat untuk menjalankan fungsi dalam organisasi penanggulangan kebakaran perusahaan.
Memahami tata letak dan proses kerja di area operasional, sehingga dapat membantu koordinasi respons keadaan darurat sesuai peran yang ditetapkan perusahaan.
Karyawan yang sudah bersertifikasi D dan menunjukkan minat/kompetensi untuk tanggung jawab lebih besar.
Apa yang Dipelajari di Program Ini?
Materi Paket C mencakup kompetensi yang lebih luas dalam organisasi dan respons penanggulangan kebakaran di tempat kerja, antara lain:
Apa Syarat untuk Mengikuti Program Ini?
Karena levelnya lebih teknis, program sertifikasi Damkar C menetapkan syarat yang lebih ketat dibanding Damkar D:
Apa yang Didapat Setelah Menyelesaikan Program Ini?
Setelah menyelesaikan program dan memenuhi ketentuan kelulusan, peserta memperoleh Sertifikat dan lisensi resmi dari Kementrian terkait dan bukti kelulusan sesuai skema program yang diselenggarakan. Peserta juga memperoleh pembekalan untuk menjalankan fungsi dalam Regu Penanggulangan Kebakaran sesuai kompetensi yang dilatihkan.
"Kalau sudah ada Damkar C, Damkar D jadi tidak terlalu perlu lagi."
Damkar C dan Damkar D memiliki fungsi yang berbeda dalam sistem penanggulangan kebakaran perusahaan. Petugas Peran Kebakaran dapat menjalankan fungsi respons awal sesuai tugasnya, sementara Regu Penanggulangan Kebakaran menjalankan fungsi yang lebih luas sesuai organisasi, kompetensi, prosedur, dan sarana yang tersedia. Karena itu, keduanya sebaiknya dipandang sebagai bagian yang saling melengkapi dalam sistem penanggulangan kebakaran, bukan sebagai peran yang otomatis saling menggantikan.
Ketika perusahaan telah masuk dalam kriteria pembentukan Regu Penanggulangan Kebakaran, kesiapan personel sebaiknya dipersiapkan sebelum terjadi keadaan darurat. Kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek administratif, tetapi juga memastikan personel, prosedur, dan sarana penanggulangan kebakaran dapat dijalankan sesuai kebutuhan tempat kerja.
Apa Manfaatnya bagi Perusahaan?
Memperkuat kesiapan personel perusahaan dalam menjalankan prosedur tanggap darurat dan menggunakan sarana penanggulangan kebakaran sesuai kompetensi dan kondisi insiden.
Memenuhi kewajiban Kepmenaker 186/1999 untuk tempat kerja berisiko sedang-berat.
Personel yang terlibat dalam organisasi penanggulangan kebakaran dapat membantu melakukan pengecekan kondisi sarana sesuai prosedur dan kewenangan yang ditetapkan perusahaan.
Memberikan kesempatan bagi personel yang sesuai untuk mengembangkan kompetensi penanggulangan kebakaran ke tingkat yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Damkar C bukan program yang perlu diikuti oleh setiap perusahaan. Namun, bagi tempat kerja yang masuk dalam kriteria pembentukan Regu Penanggulangan Kebakaran, perusahaan perlu memastikan organisasi, personel, kompetensi, prosedur, dan sarana penanggulangan kebakaran telah dipersiapkan sesuai kebutuhan tempat kerja. Pertanyaan berikutnya bukan sekadar apakah perusahaan membutuhkan Damkar C, tetapi siapa personel yang paling sesuai untuk menjalankan fungsi tersebut dan bagaimana kesiapan sistem penanggulangan kebakaran perusahaan saat ini.
FAQ Damkar C
Ya, wajib memiliki sertifikasi Petugas Peran Kebakaran (Damkar D) terlebih dahulu, karena membantu peserta memahami dasar sebelum masuk ke materi yang lebih teknis.
Kepmenaker 186/1999 tidak menetapkan rasio spesifik seperti Damkar D. Jumlah anggota Regu Penanggulangan Kebakaran perlu ditentukan berdasarkan klasifikasi risiko dan jumlah tenaga kerja sesuai ketentuan komposisi Unit Penanggulangan Kebakaran.
Bisa, tapi karena materinya cukup teknis, staf dengan latar belakang operasional atau HSE biasanya lebih cepat beradaptasi dengan materi pelatihan.
Regu Penanggulangan Kebakaran merupakan bagian dari organisasi penanggulangan kebakaran di tempat kerja dan menjalankan fungsi sesuai tugas, kompetensi, prosedur, serta sarana yang tersedia di perusahaan. Dinas Pemadam Kebakaran merupakan layanan eksternal yang memiliki kewenangan dan kapasitas penanganan kebakaran sesuai fungsi kedinasannya.
Sudah Masuk Kategori yang Mewajibkan Damkar C?
Cipta Progresa menyelenggarakan program sertifikasi Damkar C dengan materi yang mengacu pada ketentuan penanggulangan kebakaran di tempat kerja dalam Kepmenaker No. KEP.186/MEN/1999. Program mencakup pembelajaran teori, praktik, serta materi terkait rencana tanggap darurat kebakaran sesuai skema program.
π₯ Lihat Program Sertifikasi Damkar C →1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
2. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP.186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.